Cairan Tubuh dan Keseimbangan Asam Basa

Cairan Tubuh dan Keseimbangan Asam Basa
September 18, 2010 — hmkuliah
Cairan tubuh merupakan cairan yang terdapat di dalam tubuh manusia atau hewan yang memiliki fungsi fisiologis tertentu. Contoh cairan tubuh adalah: Darah dan plasma darah, Sitosol, Cairan serebrospinal, Korpus vitreum maupun humor vitreous, Serumen, Humor aqueous, Cairan limfa, Cairan pleura, Cairan amnion
Fungsi Air / CairanTubuh :
• Pelarut universal :
o Senyawa bergerak lbh cepat dan mudah
o Berperan dalam reaksi kimia contoh : Glucose larut dalam darah dan masuk ke sel
• Pengaturan suhu tubuh
o Mampu menyerap panas dlm jumlah besar
o Membuang panas dari jaringan yang menghasilkan panas, contoh : Otot-otot selama excercise
• Pelicin : Mengurangi gesekkan
• Reaksi-reaksi kimia : Pemecahan karbohidrat & pembentukan protein
• Pelindung : Cairan Cerebro-spinal, cairan amnion
Keseimbangan Cairan Tubuh
• Cairan tubuh menempati +/- 60 % BB tubuh
o Wanita dewasa muda : 50 – 55% Berat Badan
o Pria dewasa muda : 55 – 60% Berat Badan
o Bayi : 75% Berat Badan
o Usia lanjut : 45% Berat Badan
• Air penting untuk berbagai fungsi tubuh dan kadarnya harus tetap dijaga

Distribusi Cairan Tubuh
• Cairan Intracellular (dalam sel) = 40 %
• Cairan Extracellular (luar sel) = 20 %
o Cairan Interstitial (diantara & sekeliling sel) = 15 %
o Plasma Darah = 5 %
• Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :
o albumin
o bahan pembeku darah
o immunoglobin (antibodi)
o hormon
o berbagai jenis protein
o berbagai jenis garam
Elektrolit
• Kations (+)
o Calcium, Ca++
o Magnesium, Mg ++
o Potassium, K +
o Sodium, Na +
• Anions (-)
o Bicarbonate, HCO3-
o Chloride, Cl-
o Phosphate, HPO4–
Keseimbangan Cairan Tubuh
Asupan (intake) cairan harus seimbang dgn keluaran (out put) cairan
• Sumber asupan cairan
o Makanan dan minuman
o proses metabolisme (karbohidrat)
• Sumber keluaran cairan
o Penguapan melalui paru (pernapasan)
o Penguapan melalui kulit
o Feces
o Produksi urin

Pengaturan keseimbangan air
• Produksi urine banyak dan encer jika asupan air meningkat
• Produksi urine sedikit dan kental jika banyak kehilangan cairan
Pengaturan Reabsorpsi Air & Elektrolit
• Pengaturan utama : hormon-hormon
o Antidiuretic hormone (ADH) : mencegah peningkatan kehilangan air pada urine
o Aldosterone : mengatur ion Natrium pada cairan extracellur
• Dicetuskan oleh mekanisme rennin-angiotensin
Pengaturan Keseimbangan Asam-Basa Darah
• pH Darah : 7.35-7.45 untuk menjaga homeostasis
o Alkalosis jika pH > 7.45
o Acidosis jika pH < 7,45
• pH ditentukan oleh ion hidrogen (H+).
o Ion H+ meningkat, pH menurun (alkalis)
o Ion H+ menurun, pH meningkat (asidosis)
• Sebagian besar keseimbangan asam-basa diatur oleh GINJAL
• Sistem pengaturan lain : Buffers darah & Pernapasan
Buffers Darah
• yaitu : Raksi kimia utk mencegah perobahan konsentrasi ion hidrogen (H+) :
o mengikat H+ saat pH turun
o melepas H+ saat pH meningkat
• 3 sistem utama buffer kimia :
o sistem buffer Bicarbonate
o sistem buffer Phosphate
o sistem buffer Protein
Sistem Buffer Bicarbonate
• Merupakan senyawa asam carbonic (H2CO3) dan sodium bicarbonate (NaHCO3)
• Asam kuat bereaksi dgn Ion Bicarbonate (HCO3–) agar berubah menjadi asam lemah
• Basa kuat dipisahkan Asam carbonic menjadi basa lemah dan air
Pengaturan sistem Pernapasan thd keseimbangan asam-basa
• Carbon dioxide pd darah diubah menjadi ion bicarbonate dan dipindahkan oleh plasma
• Peningkatan konsentrasi ion hydrogen menghasilkan banyak asam carbonic
• ion hydrogen yang berlebihan dapat diturunkan dengan pelepasan carbon dioxide dari paru
• Frekuensi pernapasan : meningkat dan menurun tergantung perubahan pH darah
Pengaturan Ginjal terhadap keseimbangan asam-basa
• Ekskresi ion bicarbonate jika dibutuhkan
• Merobah atau membuat ion bicarbonate jika dibutuhkan
• pH Urine : 4.5 – 8.0

PT COCA COLA BOTTLING BANDUNG PLANT

PT COCA-COLA BOTTLING INDONESIA BANDUNG PLANT

Coca–Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 08 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia Amerika Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup caramel yang kemudian dikenal sebagai Coca–Cola. Frank M Robinson, sahabat sekaligus akuntan Pemberton, menyarankan nama Coca–Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan.
Pemberton menjual ciptaannya dengan harga 5 sen per gelas di apotiknya dan mempromosikan produknya dengan membagi ribuan kupon yang dapat ditukarkan untuk mencicipi satu minuman cuma–cuma. Pada tahun tersebut ia menghabiskan US$ 46 untuk biaya periklanan. Pada tahun 1892, Pemberton menjual hak cipta Coca–Cola kepada Asa G Chandler yang kemudian mendirikan perusahaan Coca–Cola pada tahun 1892.
Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai macam benda–benda cinderamata berlogo Coca–Cola. Benda–benda tersebut kemudian dibagi–bagi di lokasi–lokasi penjualan penting yang berkesinambungan. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna–warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatkan nama Coca–Cola dan mendorong penjualan.
Upaya pengiklanan merk Coca–Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca–Cola dengan kata–kata berikut : “Mintalah Coca–Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain”. Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera populer pasar.
Tahun ini juga nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca–Cola dan pada tahun 1945, Coke resmi menjadi merk dagang terdaftar.
Coca–Cola hadir di Indonesia sekitar tahun 1927, ketika De Nederland Indische Water Fabriek (Pabrik Air Mineral Hindia Belanda) mendirikan pabriknya di Jakarta. Operasional pabrik terhenti pada saat pendudukan Jepang. Setelah Indonesia merdeka, pabrik ini di ambil alih oleh Negara sehingga berstatus perusahaan nasional dengan nama The Indonesia Bottles Ltd NV (IBL).
Pada tahun 1971 dengan pertambahan partner usaha dan modal, didirikan pabrik pembotolan modern pertama di Indonesia dengan nama PT. Djaya Beverages Bottling Company. Pabrik ini sepenuhnya berdiri sendiri baik dari segi kepemilikannya maupun segi manajemennya, mengolah dan membotolkan serta memasarkan Coca–Cola melalui distributornya tanpa ada pengaruh dari The Coca–Cola Company. Hanya saja concentrate (bahan baku) Coca–Cola dibeli dari PT. Coca–Cola Indonesia di Jakarta sebagai perusahaan yang mewakili The Coca–Cola Company.
PT. Coca–Cola Bottling Indonesia Unit Jawa Barat diresmikan pada tanggal 15 Oktober 1983 di Jalan Raya Bandung-Garut Km 26 Cimanggung Kabupaten Sumedang Jawa Barat, dengan nama PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company yang berstatus Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN). Untuk pemasaran dan penjualannya diserahkan kepada PT. Ranca Agung Luhur sebagai distributor tunggal sejak 22 September 1983. pada tanggal 08 November 1991 PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company resmi berubah menjadi PT. Coca–Cola Tirtalina Bottling Company dengan status Modal Asing (PMA) yang kemudian pada tahun 1995 bergabung dengan Coca–Cola Amatil Limited, satu group perusahaan pembotolan Coca–Cola di kawasan Asia-Pasifik dan Eropa Timur yang bermarkas di Sidney Australia.
Tanggal 22 April 1999 dan berdasarkan Akta No. 79 tanggal 26 Mei 1999, PT. Coca–Cola Tirtalina Bottling Company berubah menjadi PT. Coca–Cola Amatil Indonesia Bottling, kemudian pada awal 2002 berubah menjadi PT. Coca–Cola Bottling Indonesia.

Quality Assurance Manager
Merencanakan, mengatur dan mengontrol pelaksanaan Quality Assurance System, mulai dari penerimaan raw material, production process, finish product sampai dengan produk di sales centre dan dipasar supaya selalu sesuai dengan standar yang ditetapkan dari The Coca-Cola Company (TCCC) dan terciptanya kepuasan pelanggan karena kualitas yang baik.
Adapun kegiatan yang dilakukan di laboratorium quality assurance section antara lain :
 Pengawasan mutu bahan baku dan bahan penunjang (Incoming Control)
 Pengawasan mutu proses produksi (Inproses Control)
 Pengawasan mutu produk akhir
 Melaporkan hasil pengawasan mutu
 Membuat reagent yang digunakan untuk keperluan analisa
 Menyusun dokumen hasil pengawasan mutu

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR
a) ICEAS TANK A / B (Degradasi polutan)
Proses Degradasi polutan secara Biologis berfungsi untuk menghilangkan zat padat koloid yang tidak dapat mengendap, serta menstabilkan kandungan cemaran organik oleh aktivitas Microba Air, proses pemecahan zat organik dilakukan oleh Mikroorganisme facultative.
Proses degradasi zat organik terjadi pada waktu senyawa – senyawa fakultatif terbentuk dan bereaksi dengan Oksigen menggunakan blower.
Masuknya air buangan ke dalam ICEAS Tank disertai pengadukan massa lumpur agar tersebar dan bercampur rata dengan air buangan, selama pencampuran tersebut terjadi penyerapan partikel – partikel tersuspensi dan senyawa koloid oleh permukaan massa lumpur aktif yang lebih luas dan penyerapan kadar polutan lebih efektif, karena proses ini menggunakan Extended Aeration System, maka kelebihan terbentuknya sludge dapat diperkecil dengan menentukan waktu tinggal / retains cycle, aeration 2 jam, Settling 1 jam, Decant Phase 1 jam atau sesuaikan dengan kondisi yang dikehendaki menurut sludge volume yang terbentuk.
Pada Cycle Settling dan Decant Phase fungsi aerator berhenti secara auto. Pada tahapan ini sludge mengendap dan air yang jernih terpisah keluar melalui Decanter.
B.Bak Effluent
Pada Cycle Decant Phase di ICEAS Tank air jernih akan mengalir overflow melalui Decanter dan menuju ke Bak Effluent dengan kualitas air sesuai baku mutu air effluent, dan dilakukan pengujian kualitas oleh External Lab setiap sebulan sekali. Dua buah Water Meter dipasang untuk mengetahui jumlah air yang telah diolah dan akan dibuang ke saluran buangan tanpa membahayakan lingkungan sekitar, sebagian air diproses lebih lanjut untuk dimanfaatkan kembali ( Reuse Water ) dan sebagai lagi dimasukkan ke Bak Bio Indikator / kolam ikan.

C.Clarifier Tank
Clarifier Tank merupakan penampung air effluent yang akan dimanfaatkan kembali (Reuse Water).
Pada tahapan ini air dari Bak Effluent dipompa ke Clarifier Tank. Injeksi larutan Chlorine 5 % dilakukan di inlet Clarifier Tank dengan tujuan untuk mengurangi jumlah mikroba yang ada di air effluent dan melarutkan warna air effluent (berasal dari sisa tanin teh) agar menjadi lebih jernih .
Air di Clarifier Tank digunakan untuk melayani Hydrant, Gardening dan supply Reuse Water.

Jenis Produk
PT. CCBI Bandung Plant memproduksi carbonated soft drink (CSD) dan non carbonated soft drink (Non CSD) sesuai dengan lisensi dari The Coca-Cola Company yaitu :
a. Carbonated Soft Drink
• Coca-Cola kemasan RGB (returnable glass bottle) ukuran 193 ml, 295 ml.
• Sprite kemasan RGB (returnable glass bottle) ukuran 200 ml, 295 ml.
• Fanta Strawberry dan Fruit Punch kemasan RGB (returnable glass bottle) ukuran 200 ml, 295 ml.
• Fanta Soda Water kemasan RGB (returnable glass bottle) ukuran 295 ml.
b. Non Carbonated Soft Drink
• Minute Maid Pulpy Orange (MMPO) kemasan PET ukuran 350 ml.
• Minute Maid Pulpy Tropical (MMPT) kemasan PET ukuran 350 ml.
• Frestea Jasmine dan Frestea Green kemasan PET ukuran 500 ml.
• Frestea buah (markisa, apel, lemon) kemasan PET ukuran 500 ml.

.

BAHAN BERBAHAYA PADA MAKANAN

Mencuatnya skandal kontaminasi zat berbahaya pada produk pangan menandakan lemahnya pengawasan pangan pasar ini. Menyangkut masalah impor, tidak ada pengecekan soal keamanan pangan. Pangan asal luar dengan mudah masuk ke Indonesia. Akhirnya muncullah kasus produk pangan yang mengandung bahan kimia berbahaya, makanan yang diolah kembali dari tempat pembuangan, yang kedaluarsa, busuk, atau menggunakan cara-cara tidak aman.
Berikut ini salah satu contoh produk pangan yang mengandung kimia berbahaya :

1. Melamin
Ditemukan melamin dalam produk pangan semakin memperpanjang daftar pangan di Indonesia yang terkontaminasi bahan kimia berbahaya. Selama kita mengenal melamin mungkin hanya dari peralatan makanan dan minuman yang kita pakai, seperti mangkok, gelas, atau piring melamin. Memang, bersama dengan formaldehid, melamin digunakan untuk memproduksi perangkat makan minum tahan panas tersebut.
Dengan terbongkarnya kasus penyalahgunaan melamin dalam produk susu China dan turunannya pada September 2008, semakin membuka mata kita bahwa pelaku usaha bisa menggunakan cara apapun untuk merekayasa produknya. Tanpa perduli itu berbahaya atau tidak. Sejatinya zat-zat berbahaya yang masuk kedalam tubuh akan ditolak oleh system perncernaan. Dan ginjal adalah organ yang pertama kali kesulitan untuk membersihkan zat tersebut. Karena akumulasi zat berbahaya, ginjal pun mengalami kegagalan fungsi, seperti yang terjadi di China, sejak terungkapnya produk susu yang mengandung melamin, terdapat 4 bayi yang meninggal, sedangkan 53 ribu lainnya mengalami sakit ginjal.
Konsumen memang tidak dapat membedakannya secara kasat mata. Karenanya itu konsumen harus bisa cerdas dan kritik dalam memilih suatu barang. Jadikan daftar produk berbahaya yang dikeluarkan pemerintah sebagai pegangan berbelanja, dan protes ke retail bila masih menemukan produk-produk tersebut di pasaran.

2. Formalin yang Mengawetkan
Formalin merupakan larutan yang komersial dengan konsentrasi 10-40% dari formaldehid. Bahan ini biasanya digunakan sebagai bahan antiseptik, germisida dan pengawet. Fungsinya sering diselewengkan untuk bahan pengawet makanan dengan alas an karena biaya lebih murah seperti mengawetkan ikan, dengan sebotol kecil dapat mengawetkan ikan secara praktis tanpa harus memakai batu es.
Formalin biasanya sering ditemukan pada makanan produk industri rumahan, karena mereka tidak terdaftar di BPOM setempat. Biasanya makanan yang tidak diberi bahan pengawet seringkali tidak akan tahan lebih dalam 12 jam.
Formaldehid juga dipakai untuk menimbulkan warna produk menjadi lebih cerah. Sehingga formalin juga banyak di pakai dalam produk rumah tangga, seperti piring, gelas dan mangkok yang berasal dari plastik atau melamin. Bila piring atau gelas itu terkena makanan atau minuman panas maka bahan formalin yang terdapat dalam wadah itu akan larut, tapi bila digunakan untuk keadaan makanan dan minuman yang dingin sebenarnya tidak berbahaya. Namun, akan sangat berbahaya bila wadah-wadah ini dipakai untuk menaruh kopi, the, atau makanan yang berkuah panas.
Formalin masuk kedalam tubuh manusia melalui dua jalan yakni pernapasan dan mulut. Sebetulnya kita setiap hari menghirup formalin dari lingkungkan sekitar yang dihasilkan oleh asap knalpot dan pabrik yang mengandung formalin, mau tidak mau kita akan menghisapnya. Formalin juga dapat menyebabkan kanker (zat yang bersifat karsinogenik). Bila terhirup formalin dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan, gangguan pernapasan, rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan serta batuk, kerusakan pada sistem saluran pernapasan bisa menganggu paru-paru berupa pneumonia (radang paru-paru) atau edema paru (pembengkakan paru).
Bila terkena kulit dapat menimbulkan perubahan warna, kulit menjadi merah, mengeras, mati rasa dan rasa terbakar. Apabila terkena mata menimbulkan iritasi, memerah, rasanya sakit dan gatal-gatal. Bila konsentrasi tinggi maka menyebabkan pengeluaran air mata yang hebat dan kerusakan pada lensa mata.

3. Boraks sang Pengenyal
Ini merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus pada makanan seperti bakso dan kerupuk. Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan yang kas yang berbeda dari bakso yang menggunakan banyak daging, sehingga terasa renyah dan disukai serta tahan lama. Sedang kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.
Dalam industri borks dipakai untuk mengawetkan kayu, anti septic kayu dan pengontrol kecoa. Bahaya boraks terhadap kesehatan diserap melalui usus, kulit yang rusak dan selaput lender. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama atau berulang-ulang akan memiliki efek toksik. Pengaruh kesehatan secara akut adalah muntah dan diare. Dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, nafsu makan menurun, anemia, rambut rontok, dan kanker.

4. Pemanis Buatan
BPOM menjelaskan pemanis buatan hanya digunakan pada pangan rendah kalori dan pangan tanpa penambahan gula, namun kenyatannya banyak ditemukan pada produk permen, jelly dan minuman yang mengandung pemanis buatan. Dan ini juga bukan hanya ditemukan pada merk-merk terkenal, tapi juga pada produk yang beriklan ditelevisi.
Bukan Cuma mengandung konsentrasi tinggi, tapi produk ini juga berupaya menyembunyikan sesuau. Beberapa produk bahkan juga tidak mencantumkan batas maksimum penggunaan pemanis buatan Aspartam. Pemakaian Aspartam berlebihan memicu kanker dan leukimia pada tikus, bahkan pada dosis pemberian Aspartam hanya 20mg/Kg BB.

5.Pewarna Tekstil
Zat pewarna alami sudah dikenal sejak dulu dalam industri makanan untuk meningkatkan daya tarik produk makanan sehingga konsumen tergugah untuk membelinya. Namun celakanya ada juga penyalahgunaan dengan adanya pewarna buatan yang tidak diizinkan untuk digunakan sebagai zat adiktif. Contoh yang sering ditemui adalah penggunaan bahan pewarna Rhodamin B, yaitu zat pewarna yang lazim digunakan dalam industri tekstil, namun digunakan dalam zat pewarna makanan.
Berbagai penelitian dan uji telah membuktikan bahwa penggunaan zat makanan ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati.

http://indokimia.blogspot.com/2010/05/bahan-berbahaya-dalam-makanan-kita.html

free glitter text and family website at FamilyLobby.com

Apa titrasi itu??

Titrasi merupakan salah satu teknik analisis kimia kuantitatif yang dipergunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan tertentu, dimana penentuannya menggunakan suatu larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya secara tepat.  Pengukuran volume dalam titrasi memegang peranan yang amat penting sehingga ada kalanya sampai saat ini banyak orang yang menyebut titrasi dengan nama analisis volumetri.

Larutan yang dipergunakan untuk penentuan larutan yang tidak diketahui konsentrasinya diletakkan di dalam buret (lihat gambar) dan larutan ini disebut sebagai larutan standar atau titran atau titrator, sedangkan larutan yang tidak diketahui konsentrasinya diletakkan di Erlenmeyer (lihat gambar) dan larutan ini disebut sebagai analit.

Titran ditambahkan sedikit demi sedikit pada analit sampai diperoleh keadaan dimana titran bereaksi secara equivalen dengan analit, artinya semua titran habis bereaksi dengan analit keadaan ini disebut sebagai titik equivalen.

Mungkin kamu bertanya apabila kita menggunakan dua buah larutan yang tidak bewarna seperti H2SO4 dan NaOH dalam titrasi, bagaimana kita bisa menentukan titik equivalent?

Titik equivalent dapat ditentukan dengan berbagai macam cara, cara yang umum adalah dengan menggunakan indicator. Indikator akan berubah warna dengan adanya penambahan sedikit mungkin titran, dengan cara ini maka kita dapat langsung menghentikan proses titrasi.

Sebagai contoh titrasi H2SO4 dengan NaOH digunakan indicator fenolpthalein (pp). Bila semua larutan H2SO4 telah habis bereaksi dengan NaOH maka adanya penambahan sedikit mungkin NaOH larutan akan berubah warna menjadi merah mudah. Bila telah terjadi hal yang demikian maka titrasi pun kita hentikan.

Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan adanya berubahan warna indicator disebut sebagai titik akhit titrasi. Titrasi yang bagus memiliki titik equivalent yang berdekatan dengan titik akhir titrasi dan kalau bisa sama.

Perhitungan titrasi didasarkan pada rumus:

V.N titran = V.N analit

Dimana V adalah volume dan N adalah normalitas. Kita tidak menggunakan molaritas (M) disebabkan dalam keadaan reaksi yang telah berjalan sempurna (reagen sama-sama habis bereaksi) yang sama adalah mol-equivalen bukan mol. Mol-equivalen dihasilkan dari perkalian normalitas dengan volume.

Tidak semua zat bisa ditentukan dengan cara titrasi akan tetapi kita harus memperhatikan syarat-syarat titrasi untuk mengetahui zat apa saja yang dapat ditentukan dengan metode titrasi untuk berbagai jenis titrasi yang ada. Mengenal berbagai macam peralatan yang dipergunakan dalam titrasipun sangat berguna agar kita mahir melakukan teknik titrasi.

Sumber gambar : answer.com

http://kimiaanalisa.web.id/apa-itu-titrasi/

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!